
Bunga matahari bernama Latin (Helianthus annuus L.) adalah tumbuhan semusim yang berasal dari suku kenikir-kenikiran (Asteraceae). Bunga matahari ini biasanya digunakan sebagai tanaman hias maupun tanaman penghasil minyak. Bunga tumbuhan ini meliki ciri yang sangat khas, diantaranya memliki bentuk yang besar, biasanya berwarna kuning terang, dengan kepala bunga yang besar (diameter bisa mencapai 30cm).
Bunga ini sebetulnya adalah bunga majemuk, tersusun dari ratusan hingga ribuan bunga kecil pada satu bongkol dan juga memiliki perilaku khas, yaitu bunganya selalu menghadap ke arah matahari atau heliotropisme, maka oleh sebab itu bunga ini disebut bunga matahari.
Bunga Matahari memiliki sifat kimiawi, diantaranya:
- Rasa lembut
- Bunga berkhasiat menurunkan tekanan darah dan mengurangi rasa sakit .
- Biji bunga matahari dapat digunakan sebagai anti disentri, merangsang pengeluaran cairan tubuh (hormo, enzim) merangsang mengeluarkan campak.
- Daun bunga matahri ini berkhasiat sebagai anti radang, mengurangi rasa nyeri, anti malaria.
- Akar berkhasiat sebagai anti radang, peluruh air seni, pereda batuk menghilangkan rasa nyeri.
- Badana yang lemah setelah melahirkan :
30 gram bagian tengah batang (sumsum) bunga matahri direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya di minum. - Radang Payudara (mastitis)
Bunga matahari secukupnya di potong hingga halus, lalu disangra hingga hangus. Kemudian digiling hingga menjadi bubuk. Ambil 15 gram tersebut dan tambahkan 5 gram jahe (zingiber officinale rose) gula ddan madu masing-masing secukupnya, di rebus dengan air hingga rata lalu di minum. Lakukan tiga kali sehari, pertama kali minum harus keluar keringat (tidur pakai selimut) - Sakit kepala
30 gram bunga matahari, 10 gram jahe (zingiber officinale rose) 1 butir telur ayam (tidak dipecahakan) direbus dengan air 600 cc hingga tersisa 300 cc lalu airnya diminum sesudah makan, sedangkan telurnya dimakan. Lakukan dua kali sehari.
No comments:
Post a Comment